Denny Siregar Production kembali menghadirkan film yang mengangkat kisah sejarah Indonesia. Kali ini, rumah produksi tersebut menyiapkan EMMY, film yang terinspirasi dari kisah nyata pahlawan nasional perempuan Emmy Saelan.
Berbeda dari sejumlah film sebelumnya yang banyak menyoroti konflik, politik, sejarah, dan aksi, EMMY menawarkan pendekatan cerita yang lebih personal. Kisah perjuangan sang pahlawan akan dipadukan dengan unsur romansa, pengorbanan, empati, serta hubungan antarmanusia.
EMMY menjadi film keenam yang diproduksi Denny Siregar Production. Sebelumnya, rumah produksi ini terlibat dalam sejumlah film yang mengangkat sejarah dan peristiwa nyata, di antaranya Sayap Sayap Patah, Kupu Kupu Kertas, dan Tanah Runtuh.
Produser Denny Siregar mengatakan, perubahan pendekatan dalam EMMY dilakukan dengan melihat perkembangan selera dan dinamika penonton. Menurutnya, kisah sejarah tidak selalu harus disampaikan melalui konflik besar atau peperangan.
“Kami mendengarkan dinamika dan keinginan penonton. Jika sebelumnya kami banyak berfokus pada dinamika konflik, bobot politik-sejarah yang kompleks, dan aksi yang padat, lewat film EMMY kami ingin memberikan ruang yang lebih besar pada porsi romance, empati, dan sisi kemanusiaan,” ujar Denny Siregar.
Melalui pendekatan tersebut, EMMY berusaha memperlihatkan sosok Emmy Saelan bukan hanya sebagai seorang pejuang, tetapi juga sebagai manusia dengan kehidupan dan pilihan personal.
Denny menilai, sisi kemanusiaan dapat menjadi pintu masuk bagi penonton untuk memahami sebuah peristiwa sejarah secara lebih dekat.
“Sejarah tidak hanya dibangun oleh bentrokan dan peperangan, tetapi juga oleh cinta, pengorbanan, dan pilihan-pilihan personal yang menyentuh hati.”
Kisah Emmy Saelan Dibawa Lebih Dekat dengan Penonton
Emmy Saelan dikenal sebagai seorang perawat sekaligus pejuang yang turut terlibat dalam perjuangan di garis depan. Kisah hidupnya menjadi dasar cerita yang kemudian dikembangkan menjadi film dengan sentuhan drama dan romansa.
Dalam film ini, karakter Emmy Saelan diperankan oleh Cut Beby Tsabina. Sementara itu, Samo Rafael dipercaya memainkan karakter Bote.
EMMY disutradarai oleh Emil Heraldi dengan skenario yang ditulis Evelyn Afnilia. Selain Beby Tsabina dan Samo Rafael, film ini juga menghadirkan Aji Santosa, Moh. Iqbal Sulaiman, serta Vincent Verhaag.
Kehadiran para pemain tersebut diharapkan mampu memperkuat sisi personal dalam cerita. Perjalanan perjuangan Emmy tidak hanya akan dilihat dari konteks sejarah, tetapi juga melalui relasi dan keputusan-keputusan yang membentuk perjalanan hidupnya.
Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya Denny Siregar Production untuk memperluas cara dalam mengemas cerita sejarah. Unsur perjuangan tetap menjadi fondasi utama, tetapi disampaikan melalui hubungan personal yang lebih dekat dengan kehidupan manusia.
Dengan perpaduan sejarah dan drama romantis, EMMY diharapkan dapat menjadi film yang tidak hanya mengenalkan sosok Emmy Saelan kepada generasi masa kini, tetapi juga menghadirkan pengalaman emosional bagi penonton.
Film EMMY dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 2027.





