Grup musik Project Pop bersiap merayakan perjalanan karier selama tiga dekade lewat konser tunggal bertajuk Forever Young Forever Fun. Konser yang dipromotori Northstar Entertainment tersebut akan digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, pada 8 Agustus 2026, sebagai bentuk apresiasi atas perjalanan panjang grup yang telah mewarnai industri musik Indonesia sejak pertengahan 1990-an.
Selama hampir 30 tahun, Project Pop yang kini digawangi Yosi, Udjo, Tika Panggabean, Gugum, dan Odie tetap mempertahankan formasi mereka. Kekompakan inilah yang menjadi salah satu alasan konser spesial tersebut memiliki makna mendalam bagi seluruh personel.
Dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (10/7), Udjo mengenang masa-masa awal Project Pop merintis karier. Ia mengaku grupnya sempat dipandang sebelah mata dan diragukan mampu bertahan lama di industri hiburan.
Udjo juga mengungkapkan bahwa saat itu ada anggapan Project Pop hanyalah grup lawak yang tidak memiliki masa depan panjang di dunia musik. “Ada beberapa pihak bahkan ada kalangan-kalangan yang bilang bahwa ini band atau Grup musik dagelan, katanya. Gak akan lama, katanya gitu,” ungkapnya.
Meski demikian, perjalanan waktu membuktikan sebaliknya. Project Pop justru mampu bertahan hingga kini tanpa pergantian personel dan terus menjaga kebersamaan di antara para anggotanya.
“Ya berjalannya waktu, tahun ke tahun kami terus bersama-sama dan tidak ada pergantian personel sampai saat ini,” ucap Udjo. “Kami tetap bersama-sama, apapun rezekinya kami tidak pernah membandingkan rezeki itu dengan Grup lain. Kami cuma mau bareng bareng terus.”

Odie pun menegaskan bahwa hubungan antaranggota kini sudah jauh melampaui sekadar rekan satu grup musik. “Karena sebenarnya kami itu bukan hanya sekadar Grup, tapi sudah sebagai keluarga,” ucapnya.
Dalam konser berdurasi sekitar dua jam nanti, Project Pop dijadwalkan membawakan sekitar 30 lagu yang telah menjadi bagian dari perjalanan karier mereka. Selain menghadirkan nostalgia, konser ini juga akan menjadi momen penuh haru untuk mengenang mendiang Muhammad Fachroni (Oon), salah satu personel Project Pop yang telah wafat.
Yosi memastikan sosok Oon tetap dihadirkan dalam konser sebagai bentuk penghormatan. “Kalau Oon itu kami akan tampilkan ya tetap di atas panggung walau hanya fotonya saja, bukan dalam bentuk hologram. Tujuannya menjaga dan memunculkan spiritnya dia aja dalam Project Pop,” jelas Yosi.
Sementara itu, perwakilan Northstar Entertainment, Cherry Ibrahim, menjelaskan bahwa ide menggelar konser ini berawal dari penampilannya menyaksikan Project Pop di sebuah festival musik. Meski sempat mendapat penolakan karena para personel belum percaya diri menggelar konser tunggal berskala besar, komunikasi yang terus dilakukan akhirnya membuahkan hasil.
“Mereka masih belum yakin buat konser besar. Cuma karena gua basket bareng Udjo, ya gua kasih penjelasan lagi. Sampai akhirnya mereka bilang siap, yaudah lets do it,” tegas Cherry.





