Pedangdut Dewi Perssik mengambil langkah tegas dengan melaporkan dugaan pencatutan identitas dirinya di media sosial. Kasus ini mencuat setelah muncul sebuah akun Facebook yang menggunakan namanya tanpa izin, sehingga berpotensi menyesatkan publik.
Didampingi kuasa hukumnya, Sandy Arifin, laporan resmi telah diajukan ke Polda Metro Jaya pada Kamis (9/4). Pihak kuasa hukum menilai tindakan tersebut tidak hanya mencuri identitas, tetapi juga berpotensi merugikan kliennya secara luas.
“Jadi hari ini tadi kita telah resmi membuat laporan polisi terkait Pasal 35 Undang-Undang ITE, terkait manipulasi data, di mana seolah-olah Facebook tersebut adalah milik klien kami,” ujar Sandy Arifin.
Menurutnya, akun palsu tersebut diduga dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu yang dapat berdampak negatif, baik secara materi maupun terhadap reputasi Dewi Perssik di mata publik. “Di situ mereka diduga bisa mengambil keuntungan atau merugikan klien kami,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Sandy menjelaskan bahwa laporan ini mengacu pada Pasal 35 Undang-Undang ITE juncto Pasal 51, yang memiliki ancaman hukuman cukup berat bagi pelaku. “Pasal 35 Undang-Undang ITE, juncto 51 dengan ancaman hampir di atas, kurang lebih di atas 10 tahun,” kata Sandy Arifin.
Saat ini, proses hukum masih berlangsung. Kepolisian dijadwalkan akan memanggil sejumlah saksi, termasuk Dewi Perssik, guna mendalami kasus tersebut. Pihaknya pun menyatakan siap mengikuti seluruh prosedur hukum yang berlaku.
“Jadi, tinggal menunggu pemeriksaan saksi, panggilan secara resmi kepada klien kami. Insya Allah, bilamana sudah ada panggilan, kita akan hadir,” lanjutnya.
Di sisi lain, Dewi Perssik mengaku merasa lega setelah kasus ini resmi ditangani aparat penegak hukum. Ia juga memberikan apresiasi atas respons cepat yang diberikan pihak kepolisian dalam menangani laporannya.
“Lega. Ini kan sudah ditangani oleh pihak yang berwajib dan saya mengucapkan kepada pihak kepolisian yang sangat sigap sekali, sat-set untuk mengurusi masalah ini,” kata Dewi Perssik.
Ia berharap pelaku segera terungkap agar persoalan ini bisa segera menemukan titik terang dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas. “Jadi ya alhamdulillah, jadi semuanya banyak yang menolong dan membantu. Mudah-mudahan akan ada titik temu, cepet ketemu orangnya, gitu,” tutupnya.











