Komik Film, rumah produksi yang terkenal dengan karya-karya yang mengusung komedi segar, meluncurkan film perdana mereka berjudul Jadi Tuh Barang (JTB). Film yang disutradarai dan diproduseri oleh Kemal Palevi ini menghadirkan sejumlah komika besar, seperti Oki Rengga, Dicky Difie, Steven Wongso, Arafah, dan Beby Sabina.
Jadi Tuh Barang mengisahkan perjalanan hidup seorang pria muda bernama Bonar, yang sedang dilanda kesulitan. Bonar baru saja diputuskan oleh pacarnya, Cantika, yang merasa hubungan mereka tidak berjalan serius dan Bonar tidak cukup berjuang untuk mempertahankannya. Ditambah dengan berbagai tekanan hidup lainnya, Bonar merasa semakin terpuruk.
Namun, di tengah keputusasaannya, Bonar tidak sendirian. Dua sahabatnya, Awang dan Wongso, selalu setia menemani dan mendukungnya meskipun mereka pun menghadapi tantangan hidup masing-masing. Ketiganya kemudian mendapat tawaran yang tak terduga untuk menjadi pawang hujan, sebuah pekerjaan yang melibatkan elemen klenik. Meskipun awalnya skeptis dan ragu dengan pekerjaan tersebut, Bonar dan kedua sahabatnya menerima tawaran itu demi uang.
Bonar, yang sedang terdesak masalah finansial dan didorong oleh ayahnya yang sedang sakit agar segera menikahi Cantika, akhirnya setuju untuk mengambil peran sebagai pawang hujan. Dengan cara-cara yang konyol dan kreatif, Bonar berusaha menjalani tugasnya, meskipun ia sendiri tidak yakin dengan kemampuannya.
Film ini tidak hanya menjanjikan kelucuan khas komika-komika tersebut, tetapi juga menawarkan drama romansa yang mampu membawa penonton melalui berbagai emosi. Kolaborasi antara para komika dalam Jadi Tuh Barang diharapkan dapat menghadirkan hiburan yang menyegarkan, menggabungkan unsur komedi yang mengocok perut dengan kisah yang menyentuh hati.
Dari segi cerita, Jadi Tuh Barang mengusung tema yang relatable bagi banyak orang, tentang perjuangan hidup, pertemanan, dan cinta yang penuh liku. Dengan kombinasi kelucuan dan drama, film ini diyakini akan menyuguhkan pengalaman menonton yang lengkap, membawa penonton tertawa terbahak-bahak sekaligus merasakan ketegangan emosional yang mendalam.











