Aktor senior Agus Kuncoro menghadapi tantangan baru dalam perjalanan kariernya lewat film drama horor religi berjudul “Jembatan Shiratal Mustaqim”, garapan sutradara Bounty Umbara dan diproduksi oleh Dee Company. Dalam film ini, Agus memerankan tokoh Alim Budiman, seorang politisi yang menjadi koruptor, sebuah peran yang belum pernah ia ambil sebelumnya.
“Pas ditawarin tuh lihat ceritanya, menarik ya. Membayangkan gambaran jembatan shiratal mustaqim tuh gimana, dan peran koruptor ini yang belum pernah saya terima,” ujar Agus Kuncoro saat ditemui di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (1/10).
Agus mengaku tidak perlu melakukan riset mendalam atau mencari referensi terlalu jauh untuk mendalami karakter koruptor. Menurutnya, realita di Indonesia sudah sangat cukup sebagai sumber inspirasi.
“Memerankan koruptor itu banyak referensi untuk saya buat jadi sosok Alim, dari realita yang ada di Indonesia aja, banyak kasus korupsi,” ucap aktor berusia 53 tahun itu.
“Bahkan saya harus memilah mana sosok yang mau dimainkan sampai banyak bicara sama sutradara. Yang pasti segitu mudah dapat referensi di negeri ini,” tambahnya.

Agar karakter yang dibawakan terasa hidup, Agus bahkan melakukan beberapa improvisasi dialog, tentu dengan berdiskusi terlebih dulu bersama tim produksi.
“Dialog yang diubah ada sedikit, tapi saya pasti diskusi dulu sama sutradara dan penulis,” jelasnya.
Dari seluruh adegan yang ia jalani, Agus menyebut bahwa momen paling berkesan baginya adalah ketika karakternya menjalani sidang pengadilan. Di sana, ia harus menunjukkan sisi manipulatif seorang koruptor yang mencoba meraih empati publik.
“Di situ kita harus menunjukkan sisi terbaik sebagai koruptor. Dia harus pake baju koko, pake peci yang sebenarnya gak biasa. Tapi karena di pengadilan butuh empati, dia butuh itu. Dan banyak gestur-gestur kayak sujud syukur,” paparnya.
Bagi Agus, film ini bukan hanya sekadar tontonan, tetapi juga sindiran tajam terhadap kondisi bangsa yang terus digerogoti korupsi. Ia bahkan menyebut bahwa kekuasaan bisa menjadi ladang subur bagi perilaku koruptif.
“Film ini menunjukkan bahwa kekuasaan itu berbahaya, dia menarik yang terburuk dan merusak yang terbaik. Korupsi itu setan yang nyata,” tegas Agus Kuncoro.
Produser Dheeraj Kalwani mengungkapkan bahwa ide film ini berasal dari keresahan pribadinya terhadap kasus-kasus korupsi yang tak kunjung reda.
“Kita awalnya mau angkat sesuatu yang berbeda, kita tiap hari dengar berita koruptor ditangkap, gimana kalau kita bikin koruptor di akhirat gimana, itu awalnya dan jadilah film ini,” kata Dheeraj.
“Jembatan Shiratal Mustaqim” menceritakan tentang Arya (Raihan Khan), seorang pemuda yang tinggal di daerah pascatsunami. Di tengah bencana tersebut, terungkap kasus penggelapan dana bantuan. Arya dan ibunya (Imelda Therinne) berusaha mengungkap kebenaran, meski harus menghadapi teror supranatural dari jembatan Shiratal Mustaqim, simbol akhirat dalam ajaran Islam yang menjadi ujian moral bagi setiap manusia.
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 9 Oktober 2025.





